Kingdom Animalia

Kingdom Animalia – Pengertian, Ciri, Struktur, Klasifikasi, Contoh, Gambar dan Manfaat

Kali ini, contohsoal.co.id akan menjelaskan materi kepada Kingdom Animalia. Di sesi sebelumnya, materi tentang Kerajaan Monera, Protista, Jamur, dan Plantae dibahas. Kingdom Animalia atau hewan adalah organisme multiseluler dengan jumlah anggota terbesar dan bentuk yang berbeda.

Anggota Animalia Kerajaan dibagi menjadi dua kelompok, bertulang belakang (dengan tulang belakang) dan invertebrata (tanpa tulang belakang).

Kelompok vertebrata termasuk ikan, amfibi, reptil, aves dan mamalia. Mempertimbangkan bahwa kelompok invertebrata termasuk Porifera, Coelenterata, Platelminti, Nematelminti, Annelida, Mollusca, Arthropoda dan Echinodermata.

Hewan tidak memiliki dinding sel. Sel pada hewan adalah khusus. Sel khusus ini tidak dapat melakukan fungsi lain, tetapi hanya dapat melakukan fungsi tertentu.

Sel-sel hewan, yang bertindak sebagai sistem pencernaan atau alat penyusun latihan, membutuhkan sel-sel lain untuk menjalankan fungsinya, seperti sel darah merah yang memasok oksigen ke sel-sel saraf.

Pengertian Kingdom Animalia 

Kingdom Animalia
Kingdom Animalia

Kingdom Animalia atau hewan adalah organisme eukariotik (terdiri dari sel kompleks) yang multiseluler. Kingdom Animalia adalah heterotrof yang tidak dapat memproduksi makanannya sendiri tetapi menerima makanan dari organisme lain.

Kingdom Animalia memiliki sistem transportasi dan sistem pencernaan. Pakan yang dihasilkan kemudian dicerna menjadi molekul sederhana dan diangkut ke semua sel tubuh.

Ciri-ciri Kingdom Animalia

Karakteristik Kingdom Animalia adalah sebagai berikut:

  • Ini adalah organisme multiseluler.
  • Heterotrof (tidak dapat membuat makanan sendiri atau mencari makanan dari organisme lain).
  • Mereka adalah eukariota.
  • Tidak memiliki dinding sel dan klorofil (zat hijau).
  • Siklus hidup hewan dipengaruhi oleh bentuk diploid (2n).
  • Sebagian besar hewan bereproduksi secara seksual, tetapi beberapa bereproduksi secara seksual.
  • Sel-sel hewan membentuk organ, sistem organ, dan jaringan.
  • Memiliki jaringan otot dan saraf sehingga dapat aktif bergerak (bergerak).

Struktur tubuh Kingdom Animalia

Struktur tubuh kerajaan hewan dibagi menjadi 3, yaitu berdasarkan lapisan tubuh, rongga tubuh (Selom) dan simetri tubuh.

Lapisan Tubuh

  • Hewan yang berkembang biak pada individu dewasa membentuk lapisan tubuh. Lapisan tubuh pada hewan dibagi menjadi 2 lapisan, yaitu diploblastik dan tripoblastik.
  • Hewan diploblastik: hewan dengan dua lapisan sel dalam tubuh, yaitu lapisan dalam (endoterm) dan lapisan luar (exoderma). Contoh: Cnidaria dan Ctenophora.
  • Hewan Triploblastik: Hewan yang memiliki tiga lapisan sel tubuh, yaitu lapisan dalam (endoterm), lapisan tengah (mesoderm) dan lapisan luar (esoderm). Endoderm tumbuh di jaringan otot, mesoderm di usus, dan di kelenjar pencernaan, sedangkan eksoderm tumbuh di sistem saraf dan epidermis. Contoh: Annelida, Mollusca, Arthopoda, echinodermata dan vertebrata.

Rongga Tubuh (Selom)

  • Dikarenakan rongga tubuh (Selom) hewan triploblastik dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu Aselomata, Pseudoselomata dan Selomata.
  • Aselomata: hewan tanpa rongga tubuh (Selom). Contoh: Platyhelmintes.
  • Pseudoselomata: hewan dengan rongga tubuh (selom) yang mengandung cairan yang memisahkan dinding tubuh luar dan organ pencernaan. Gua tidak memiliki batas yang berasal dari jaringan mesodermal. Contoh: nematoda dan rotifera.
  • Selomata: hewan dengan rongga tubuh (selom) yang berisi cairan dan memiliki tepi yang berasal dari jaringan mesodermal. Lapisan luar dan dalam jaringan hewan mengelilingi rongga dan menghubungkan dinding perut dengan sirip punggung, yang kemudian membentuk mesenterium. Mesenteron berfungsi sebagai gantungan untuk organ. Selomate dibagi menjadi dua jenis, yaitu, Deutroselomata dan Protoselomata. Contoh: Kelompok hewan Protoselomata (Annelida, Mollusca dan Arthropoda) dan kelompok hewan Deutroselomata (Chordata dan Echinodermata).

Simetri tubuh

  • Berdasarkan pada simetri tubuh, hewan dibagi menjadi dua spesies, yaitu hewan dengan simetri radial dan simetri bilateral.
  • Simetri radial adalah hewan yang memiliki bentuk tubuh bundar. Hewan dengan simetri radial juga disebut radiata. Hewan dengan simetri radial hanya memiliki dua bagian, yaitu fundus (aboral) dan superior (oral). Contoh: cnidaria, porifera dan echinodermata.
  • Simetri bilateral adalah hewan yang memiliki struktur tubuh yang sama dengan bagian tubuh yang berdekatan (antara sisi kanan dan kiri, bagian tubuh hewan tersebut sama ketika dipotong dari depan ke belakang). Hewan dengan simetri bilateral memiliki sisi basal (aboral), ujung (oral), bawah (anterior), atas (dorsal), ekor (posterior), anterior (anterior), dan sebuah sisi.

Susunan Tulang Belakang

  • Invertebrata adalah hewan tanpa tulang punggung. Contoh: Porifera, Coelenterata, Plathyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthopoda dan Echinodermata.
  • Vertebrata adalah hewan yang memiliki tulang punggung. Contoh: ikan, amfibi, reptil, aves dan mamalia.

Klasifikasi Kingdom Animalia

Para anggota kelompok Animalia kerajaan dibagi menjadi dua kelompok sesuai dengan ada atau tidak adanya tulang belakang, yaitu binatang invertebrata dan hewan Vetrebata.

Hewan Vetrebata adalah kelompok hewan yang memiliki tulang belakang, sedangkan invertebrata adalah kelompok hewan yang tidak memiliki tulang punggung.

Kelompok vertebrata adalah sebagai berikut:

Amfibi

Kata “amfibi” berasal dari bahasa Yunani dan terdiri dari dua kata. Sebenarnya, “Anfì” berarti dua dan “Bios” berarti hidup. Amfibi milik sekelompok hewan vetrebrata yang dapat hidup di darat maupun di air di alam. Amfibi termasuk hewan berdarah dingin (mereka adalah Poikiloterm).

Proses pembuahan amfibi terjadi di luar tubuh, di mana amfibi mengeluarkan sperma dan telur dalam air selama reproduksi. Amfibi dalam bentuk larva (berudu) hidup di air dan bernapas dengan insang. Sebagai orang dewasa, amfibi dengan paru-paru dan kulit bernafas.

Amfibi dibagi lagi menjadi tiga urutan:

  • Perintah Anura: Memiliki tubuh yang terdiri dari tubuh dan kepala saja, tanpa ekor dan leher. Contoh: Katak (Bufo terrestis) dan katak. Perbedaan antara katak dan katak adalah katak hidup di tempat yang kering sedangkan katak hidup di tempat yang lembab atau basah.
  • Urutan Apoda: Memiliki bentuk seperti cacing, ekornya pendek, tidak memiliki kaki dan hidup di tempat yang lembab dan gelap. Contoh: Salamander tak berujung (Ichtyophis glutinosus).
  • Urutan Urodela: Amfibi dan amfibi dewasa dalam bentuk larva memiliki bentuk yang sama, dengan kaki belakang dan bagian depan memiliki dimensi yang sama. Contoh: Giant Salamander (Megalobatrachus japonicus) dan Salamandra corsica.

Amfibi memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Amfibi bernapas dengan insang ketika mereka masih dalam bentuk kecebong, dan orang dewasa bernafas dengan paru-paru dan kulit.
  • Amfibi memiliki tubuh yang terdiri dari kepala, tubuh dan ekor.
  • Amfibi tumbuh dan berkembang biak melalui proses metamorfosis.
  • Larutkan telur.
  • Mata amfibi memiliki membran yang disebut Mebrane Nicttitan.
  • Amfibi memiliki hati dengan 3 kamar, yaitu 1 ventrikel dan 2 atrium.

Pisces (Ikan) 

Ikan adalah binatang yang hidup di air dan bisa bernafas dengan insang. Beberapa spesies ikan hidup di air tawar dan lainnya di laut. Seperti amfibi, ikan juga merupakan hewan berdarah dingin (Poikiloterm), karena suhu tubuh pada ikan dapat bervariasi tergantung pada suhu kamar.

Secara umum, struktur tubuh ikan dibentuk oleh kerangka. Tulang ikan terbuat dari tulang rawan dan beberapa memiliki tulang asli. Tubuh ikan memiliki kerangka bagian dalam dan luar, yang biasanya bersisik dan berlendir. Fishtail dan sirip bertindak sebagai alat transportasi di dalam air.

Ikan-ikan itu lagi dibagi menjadi empat kelas, yaitu Condritti, Placodermi, Agnatha dan Osteichti.

  • Kelas Chondrichtyes: Struktur tubuh terdiri dari tulang rawan. Contoh: hiu dan pari.
  • Kelas Placodermi: Tubuh berbentuk seperti gigi atau bersisik bersisik.
  • Kelas Agnatha: Sebagai parasit pada ikan besar, ia tidak memiliki rahang di mulutnya, seperti mulut cacing. Contoh: belut atau lamprey.
  • Kelas Osteichthyes: Struktur tubuh terdiri dari tulang yang keras. Kehidupan di laut dan air payau. Contoh: lele, gurami dan gurami hitam.

Ikan memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Ikan memiliki ekor dan sirip.
  • Kerangka luar ikan bersisik dan berlendir.
  • Tubuh ikan terdiri dari kepala, badan dan ekor.
  • Hidup di air, baik di air laut dan di air tawar.
  • Ikan tersebut adalah Poikiloterm (berdarah dingin).
  • Benafas menggunakan insang.
  • Pemupukan dapat terjadi di luar atau di dalam tubuh, beberapa bertelur (ovipar).
  • Pisahkan alat kelamin (hemafrodit).